Sastra

Metromini dan Ultah Nadya

Lengkaplah catatan kebencianku pada Metromini. Kebencian pertama pada kesombongan Metromini saat serombongan anak sekolah berusaha menyetopnya. Kesombongan dengan lewat begitu saja sambil mendenguskan asap hitam yang menyesakkan dada dan memerihkan mata. Seakan enggan mengangkut kami, yang menurut perhitungan hanya bikin sesak, sementara bayarannya hanya seribu perak. Sombong sekali! Perhitungan tanpa pernah mempertimbangkan bagaimana keringat dingin… Continue reading Metromini dan Ultah Nadya